Generator adalah mesin yang mengubah energi kinetik menjadi energi listrik. Generator yang menghasilkan arus listrik searah disebut generator arus searah atau dinamo, sedangkan genetrator yang menghasilkan arus listrik bolak-balik disebut generator arus bolak-balik atau alternator. Prinsip kerja generator adalah menghasilkan arus listrik induksi dengan cara memutar kumparan diantara kutub utara-selatan sebuah magnet. Perbedaan generator arus bolak-balik dengna generator arus searah hanyalah pada cincin luncur yang berhubungan dengan kedua kumparan. Pada generator arus bolak balik terdapat dua buah cincin luncur, dengan tiap-tiap cincin berhubungan dengan tiap ujung kumparan, pada generator arus searah hanya terdapat sebuah cincin yang terbelah di tengahnya yang disebut cincin belah atau komutator. Ada empat cara meningkatkan kemampuan generator untuk menghasilkan arus listrik yaitu :
a. memakai kumparan yang terdiri dari banyak lilitan
b. memakai magnet yang lebih kuat
c. melilit kumparan pada inti besi lunak (elektromagnet)
d. memutar kumparan lebih cepat
2. Transformator
Sumber
listrik AC di rumah-rumah berasal dari tempat yang jauh. Arus listrik
tersebut melalui kawat bertegangan listrik sangat tinggi, agar energi
listrik yang terbuang sia-sia kecil, sebelum memasuki rumah, tegangan listrik tersebut diturunkan hingga sebesar 220 Volt. Untuk
maksud tersebut, arus listrik dilewatkan pada alat yang bernama transformator.
Transformator adalah alat yang dipergunakan untuk menaikkan atau menurunkan
tegangan arus bolak balik.Transformator dapat berfungsi berdasarkan prinsip arus
bolak balik pada suatu kumparan dan menghasilkan arus induksi pada kumparan
kedua.
Transformator
sederhana terdiri dari pasangan kumparan primer dan sekunder yang
diisolasi secara listrik dan dililitkan pada inti besi lunak. Inti besi
lunak dibuat dari pelat yang berlapis-lapis untuk mengurfangi daya
hilang karena arus pusar. Kumparan primer dan kumparan sekunder
dililitkan pada kaki yang terpisah, seperti gambar di bawah. Pada saat
arus bolak balik melalui kumparan primer, kumparan tersebut dan inti
besi menjadi bersifat magnet. Karena arusnya berubah-ubah (arus bolak
balik ) maka medan magnet yang dihasilkan juga berubah. Perubahan medan
magnet ini menghasilkan arus induksi pada kumparan sekunder.
Arus induksi yang terjadi pada kumparan
sekunder menunjukkan pada ujung-ujung kumparan sekunder terjadi beda potensial.
Jika beda potensial pada kumparan sekunder lebih besar daripada beda potensial
kumparan primer, maka transformator tersebut merupakan transformator penaik
tegangan (step up). Sebaliknya jika beda potensial kumparan sekunder
lebih kecil daripada beda potensial kumparan primer, maka transformator
tersebut merupakan transformator penurun tegangan (step down).
Besar beda potensial pada kumparan
sekunder bergantung pada jumlah lilitan kumparan sekunder dibandingkan dengan
jumlah lilitan pada kumparan primer. Jika jumlah lilitan pada kumparan sekunder
semakin banyak, maka beda potensial pada kumparan sekunder juga semakin besar.
Sebaliknya jika jumlah lilitan pada kumparan sekunder semakin sedikit, maka
beda potensial pada kumparan sekunder juga semakin kecil.
Prinsip kerja transformator: Arus bolak-balik pada kumparan primer
menimbulkan induksi magnetik yang berubah-ubah. Fluks magnetik yang terjadi akan mengalir melalui inti besi
melewati kumparan skunder. Karena induksi magnetik berubah-ubah, maka fluks
magnetik juga akan berubah-ubah dan akibatnya timbullah ggl induksi εS
pada kumparan sekunder.


0 Komentar