Header

Penerapan Induksi elektromagnetik

1. Generator
Generator adalah mesin yang mengubah energi kinetik menjadi energi listrik. Generator yang menghasilkan arus listrik searah disebut generator arus searah atau dinamo, sedangkan genetrator yang menghasilkan arus listrik bolak-balik disebut generator arus bolak-balik atau alternator. Prinsip kerja generator adalah menghasilkan arus listrik induksi dengan cara memutar kumparan diantara kutub utara-selatan  sebuah magnet. Perbedaan generator arus bolak-balik dengna generator arus searah hanyalah pada cincin luncur yang berhubungan dengan kedua kumparan. Pada generator arus bolak balik  terdapat dua buah cincin luncur, dengan tiap-tiap cincin berhubungan dengan tiap ujung kumparan, pada generator arus searah hanya terdapat sebuah cincin yang terbelah di tengahnya yang disebut cincin belah atau komutator. Ada empat cara meningkatkan kemampuan generator untuk menghasilkan arus listrik yaitu :
a. memakai kumparan yang terdiri dari banyak lilitan
b. memakai magnet yang lebih kuat
c. melilit kumparan pada inti besi lunak (elektromagnet) 
d. memutar kumparan lebih cepat





2. Transformator 
Sumber listrik AC di rumah-rumah berasal dari tempat yang jauh. Arus listrik tersebut melalui kawat bertegangan listrik sangat tinggi, agar energi listrik yang terbuang sia-sia kecil, sebelum memasuki rumah, tegangan listrik tersebut diturunkan hingga sebesar 220 Volt. Untuk maksud tersebut, arus listrik dilewatkan pada alat yang bernama transformator. Transformator adalah alat yang dipergunakan untuk menaikkan atau menurunkan tegangan arus bolak balik.Transformator dapat berfungsi berdasarkan prinsip arus bolak balik pada suatu kumparan dan menghasilkan arus induksi pada kumparan kedua.

Transformator sederhana terdiri dari pasangan kumparan primer dan sekunder yang diisolasi secara listrik dan dililitkan pada inti besi lunak. Inti besi lunak dibuat dari pelat yang berlapis-lapis untuk mengurfangi daya hilang karena arus pusar. Kumparan primer dan kumparan sekunder dililitkan pada kaki yang terpisah, seperti gambar di bawah. Pada saat arus bolak balik melalui kumparan primer, kumparan tersebut dan inti besi menjadi bersifat magnet. Karena arusnya berubah-ubah (arus bolak balik ) maka medan magnet yang dihasilkan juga berubah. Perubahan medan magnet ini menghasilkan arus induksi pada kumparan sekunder. 





Arus induksi yang terjadi pada kumparan sekunder menunjukkan pada ujung-ujung kumparan sekunder terjadi beda potensial. Jika beda potensial pada kumparan sekunder lebih besar daripada beda potensial kumparan primer, maka transformator tersebut merupakan transformator penaik tegangan (step up). Sebaliknya jika beda potensial kumparan sekunder lebih kecil daripada beda potensial kumparan primer, maka transformator tersebut merupakan transformator penurun tegangan (step down).
Besar beda potensial pada kumparan sekunder bergantung pada jumlah lilitan kumparan sekunder dibandingkan dengan jumlah lilitan pada kumparan primer. Jika jumlah lilitan pada kumparan sekunder semakin banyak, maka beda potensial pada kumparan sekunder juga semakin besar. Sebaliknya jika jumlah lilitan pada kumparan sekunder semakin sedikit, maka beda potensial pada kumparan sekunder juga semakin kecil. 
Prinsip kerja transformator: Arus bolak-balik pada kumparan primer menimbulkan induksi magnetik yang berubah-ubah. Fluks magnetik yang  terjadi akan mengalir melalui inti besi melewati kumparan skunder. Karena induksi magnetik berubah-ubah, maka fluks magnetik juga akan berubah-ubah dan akibatnya timbullah ggl induksi εS pada kumparan sekunder.



Posting Komentar

0 Komentar