Header

AKSI KUBERUMBEL 5 : Kolaborasi dengan Guru Bahasa Indonesia 1

 

PRAKTIK BAIK : MELESTARIKAN NILAI KEARIFAN LOKAL MELALUI HIKAYAT DENGAN MEDIA FITUR SUMBER BELAJAR




        Indonesia adalah negara yang terdiri dari puluhan ribu pulau dengan memiliki ciri khas kemajemukan masyarakatnya. Kemajemukan yang dimiliki mencakup ras, etnis, suku, budaya (kultur, nilai, kebiasaan), bahasa, agama, kasta, ataupun wilayah. Bangsa Indonesia dari jaman dahulu dikenal sebagai bangsa yang memiliki karakteristik yang ramah, arif, toleransi, gotong royong, suka menolong, saling menghormati antar suku, agama dan budaya serta perilaku positif lainnya. Sifat-sifat seperti itu hampir merata dalam semua lapisan masyarakat yang ada dalam kehidupan bangsa ini. Sehingga orang Indonesia dikenal sebagai bangsa yang memiliki nilai-nilai luhur dalam kehidupannya. Meskipun setiap daerah memiliki adat dan budaya yang berbeda-beda namun secara umum mempunyai nilai-nilai esensi yang sama. Adat dan budaya yang berkembang di berbagai pelosok tanah air Indonesia diantaranya adalah bagaimana bersikap dan berperilaku kepada orang yang lebih tua, orang tua, anak-anak, saudara, tamu, tetangga dan orang asing. Bahkan bagaimana bersikap terhadap alam, hewan, tumbuhan pun ada aturannya, tuntunan adatnya serta pantangan-pantangannya, sehingga pembentukan karakter Bangsa Indonesia sangat dipengaruhi oleh nilai-nilai lokal budaya dan adat istiadat yang ada di setiap daerah.  

        Seiring dengan kemajuan zaman dan kemajuan teknologi di era globalisasi saat ini, nilai-nilai luhur adat dan budaya bangsa Indonesia yang merupakan kearifan lokal yang seharusnya menjadi ciri khas serta menjadi perekat antar suku, etnis, agama pada kenyataannya saat ini mengalami degradasi dan perlahan-lahan mulai tersisihkan oleh budaya asing serta tren-tren baru yang justru lebih banyak bertentangan dengan adat, budaya serta agama yang ada di Indonesia. Masalah ini merupakan masalah sosial yang perlu segera diatasi. Kurikulum Pendidikan di Indonesia saat ini pun selalu mengintegrasikan pendidikan karakter ke dalam setiap Mata Pelajaran. Kurikulum Paradigma Baru yang saat ini diberlakukan pada sekolah yang terpilih sebagai sekolah pusat keunggulan pun ada Mata pelajaran yang namanya Profil pelajar pancasila yang memiliki 6 Dimensi yaitu Bertakwa kepada Tuhan Yang maha esa, dan berakhlak mulia, berkebhinekaan global, bergotong-royong, Mandiri, bernalar kritis dan Kreatif. Keenam Dimensi Profil Pelajar Pancasila tersebut tidak lain adalah cerminan dari nilai-nilai luhur bangsa Indonesia. 

        Upaya Pelestarian nilai-nilai luhur bangsa Indonesia juga dilakukan melalui pembelajaran yang bermakna dengan mengambil hikmah disetiap materi yang diajarkan oleh guru-guru saat ini. Seperti halnya pada hari Kamis, 4 November 2021 di Ruang kelas 32 SMK Negeri 1 Bantul, berbagi informasi pemanfaatan fitur sumber belajar dan berkolaborasi dengan guru bahasa Indonesia melakukan pembelajaran di kelas X OTKP2, melalui model pembelajaran Discovery Learning dengan materi Hikayat, siswa diharapkan mampu mengidentifikasi nilai-nilai luhur dari hikayat dan mengambil hikmah dari isi hikayat serta menjelaskan kesesuaian nilai-nilai dalam hikayat dengan kehidupan saat ini dengan memanfaatkan fitur submer belajar dalam Portal Rumah Belajar.

        Pembelajaran diawali dengan pengenalan portal rumah belajar serta pemanfaatannya. Portal Rumah Belajar menyediakan berbagai kebutuhan belajar dengan cara pengintegrasian TIK dalam proses pembelajaran yang dilaksanakan oleh guru. Salah satu fitur dalam rumah belajar yang penulis manfaatkan dalam pembelajaran kolaborasi dengan guru bahasa Indonesia ini adalah fitur sumber belajar yang mencakup video pembelajaran, audio, web maupun sumber belajar dalam bentuk PDF. Fitur sumber belajar inilah yang digunakan siswa untuk mencari referensi tentang hikayat. Setelah pengenalan fitur rumah belajar dilanjutkan dengan pembelajaran oleh guru bahasa Indonesia dengan diawali guru memberikan apersepsi dan motivasi tentang hikayat, kemudian guru meminta siswa untuk membaca tentang Hikayat melalui media fitur sumber belajar, kemudian guru membagi kelompok dan membagi lembar kerja. Siswa berdiskusi dan mengisi Lembar kerja, setelah siswa membandingkan hasil analisis pemahamannya tentang hikayat dan nilai-nilai luhur yang terkandung dalam hikayat. Pada tahap generalisasi siswa tiap kelompok menyampaikan hasil diskusinya di depan kelas dan mendapat feedback dari guru dan teman tentang hasil analisis pemahamannya tentang hikayat. Di akhir kegiatan siswa bersama guru menyimpulkan hasil pembelajaran kemudian siswa melakukan refleksi terhadap kegiatan yang sudah dilakukan dan guru memberikan penguatan dalam bentuk penugasan individu dan pembelajaran diakhiri dengan salam.  

Posting Komentar

0 Komentar